Minggu, 21 Agustus 2011

Cabang-cabang Biologi Terlengkap (200 Cabang)

  1. Aerobiologi, ilmu yang mempelajari partikel organik yang dapat diangkut oleh udara
  2. Agroforestri, ilmu yang mempelajari bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek
  3. Agronomi, ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
  4. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga
  5. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
  6. Anatomi Perbandingan, ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup.
  7. Andrologi, ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria
  8. Anestesiologi, disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.
  9. Angiologi, ilmu yang mempelajari penyakit sistem peredaran darah dan sistem limfatik
  10. Antropologi biologi, ilmu yang mempelajari penelitian biologis dan budaya tentang keanekaragaman manusia, evolusi manusia, dan pembandingan anatomi, perilaku, sejarah, dan ekologi primat di masa lampau dan kini
  11. Apiologi, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
  12. Arachnologi, ilmu yang mempelajari tentang laba-laba.
  13. Artrologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi)
  14. Artropodologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan artropoda
  15. Astrobiologi, studi yang mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta
  16. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri
  17. Batrakologi, ilmu yang mempelajari tentang amphibia
  18. Biofarmaka, ilmu yang mempelajari budidaya tanaman obat
  19. Bioinformatika, ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis
  20. Biologi Air Tawar, ilmu yang mempelajari kehidupan dan ekosistem habitat air tawar
  21. Biologi Evolusioner, ilmu yang mempelajari asal-usul spesies yang memiliki nenek moyang sama, dan penurunan spesies, serta perubahan, pertambahan, dan diversifikasinya sejalan dengan waktu.
  22. Biologi Integratif, ilmu yang mempelajari organisme secara keseluruhan melalui fokus antarmuka antara biologi dan fisika, kimia, teknik, pencitraan, dan informatika
  23. Biologi Kelautan, ilmu yang mempelajari kehidupan di laut (makhluk hidup beserta interaksinya dengan lingkungan)
  24. Biologi Konservasi, studi tentang pelestarian, perlindungan, dan restorasi lingkungan alam, ekosistem alami, vegetasi, dan satwa liar
  25. Biologi Kuantum, ilmu yang mempelajari aplikasi dari mekanika kuantum terhadap objek biologi dan permasalahannya
  26. Biologi Lingkungan, ilmu yang mempelajari lingkungan beserta permasalahan dan solusinya, dengan mengintegrasikan akademik ilmu fisik dan biologi
  27. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul
  28. Biologi Pembangunan, ilmu yang mempelajari lingkungan hidup dalam ruangan
  29. Biologi Perkembangan, ilmu yang mempelajari tentang proses pertumbuhan dan perkembangan organisme
  30. Biologi Populasi, ilmu yang mempelajari tentang populasi organisme, terutama pengaturan jumlah populasi, ciri-ciri sejarah kehidupan populasi, dan kepunahannya
  31. Biologi Psikologi, ilmu yang mempelajari pengaruh timbal balik antara bidang psikologis dan biologis terhadap satu sama lain
  32. Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan
  33. Biologi Sintesis, ilmu yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempelajari desain dan konstruksi fungsi biologis baru serta sistem yang tidak ditemukan di alam
  34. Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup
  35. Biofisika. cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi
  36. Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu
  37. Biomatematika, ilmu yang mempelajari penelitian kuantitatif dari proses biologis, dengan penekanan pada pemodelan
  38. Biomekanika, ilmu yang mempelajari penerapan prinsip mekanik untuk sistem biologis
  39. Bionik, ilmu yang mempelajari penerapan metode biologis dan sistem yang ditemukan di alam untuk penelitian dan desain sistem rekayasa dan teknologi modern
  40. Biostatistika, (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi
  41. Bioteknologi, cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa
  42. Botani, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
  43. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang bryophyta
  44. Cetologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari cetacean
  45. Conchologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari kulit moluska
  46. Dendrokronologi, ilmu yang mempelajari analisis cincin lingkaran tahunan pada batang berkambium
  47. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak
  48. Dermatologi, ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya
  49. Ekofisiologi, ilmu yang mempelajari adaptasi fisik suatu organisme terhadap kondisi lingkungannya
  50. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
  51. Ekologi molekuler, ilmu yang mempelajari ekologi pada tingkat molekul
  52. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
  53. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone
  54. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga
  55. Epidemiologi, ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
  56. Epigenetik, ilmu yang mempelajari perubahan dalam ekspresi gen yang disebabkan oleh mekanisme selain perubahan dalam urutan DNA yang mendasarinya
  57. Epizoologi, ilmu mengenai penyakit menular yang menjangkiti hewan, biasanya hewan ternak
  58. Etnobiologi, ilmu yang mempelajari hubungan yang dinamis antara manusia, biota, dan lingkungan dari jaman dahulu hingga sekarang
  59. Etnobotani, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan
  60. Etnozoologi, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan hewan
  61. Etologi, cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya
  62. Eugenetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
  63. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang
  64. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim
  65. Farmakologi, ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia
  66. Fenologi,  ilmu yang mempelajari pengaruh iklim atau lingkungan sekitar terhadap penampilan suatu organisme atau populasi
  67. Fikologi, ilmu yang mempelajari tentang alga.
  68. Filogeni, kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya
  69. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
  70. Fisioterapi, Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
  71. Fitopatologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara
  72. Florikultura, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang tanaman hias
  73. Gastrologi, ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus
  74. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
  75. Genetika Ekologi, ilmu yang mempelajari genetika dalam ciri-ciri ekologi
  76. Genetika Evolusioner, ilmu yang mempelajari evolusi dari pewarisan sifat mahkluk hidup
  77. Genetika Kuantitatif, Cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik)
  78. Geobiologi, ilmu yang menggabungkan geologi dan biologi untuk mempelajari interaksi organisme dengan lingkungan mereka
  79. Geriatri, ilmu yang mempelajari penyakit dari kaum berusia lanjut
  80. Gerontologi, ilmu yang mempelajari melalui berbagai aspek terhadap proses penuaan yaitu melalui pendekatan biologis, psikologis, sosial, ekonomi, kesehatan dan lingkungan
  81. Genetika, ilmu yang membahas transmisi bahan genetik pada ranah populasi
  82. Genetika kuantitatif, cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik), yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui hukum pewarisan Mendel
  83. Genetika molekuler, cabang genetika yang mengkaji bahan genetik dan ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam sel)
  84. Genetika populasi, ilmu yang mempelajari transmisi bahan genetik pada ranah populasi
  85. Ginekologi, ilmu yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)
  86. Genomika, ilmu yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu organisme atau virus
  87. Helminthologi, ilmu yang mempelajari tentang cacing
  88. Hematologi, ilmu yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya
  89. Herbakronologi, ilmu yang mempelajari analisis cincin pertumbuhan tahunan (atau cincin sederhana tahunan) dalam xylem akar sekunder tanaman herbaceous
  90. Herpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal)
  91. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan
  92. Histopatologi, cabang biologi yang mempelajari kondisi dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit
  93. Higiene, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup
  94. Hortikultura, ilmu pertanian yang mempelajari budidaya tanaman dari proses menanam sampai pasca panen yang meliputi tanaman sayur, buah-buahan, dan tanaman hias
  95. Hortikultura Lanskap, ilmu hortikultura yang khusus membahas tentang pemanfaatan tanaman hortikultura, terutama tanaman hias dalam penataan lingkungan
  96. Ikhtiologi, ilmu yang mempelajari tentang ikan
  97. Ilmu gulma, ilmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya
  98. Ilmu kedaruratan medis, ilmu yang mempelajari pertolongan pertama pada suatu penyakit
  99. Ilmu kedokteran forensik, ilmu yang memanfaatkan ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hukum
  100. Ilmu kedokteran gigi, ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan
  101. Ilmu kedokteran hewan, ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip ilmu kedokteran, diagnosis, dan terapi pada hewan
  102. Ilmu kedokteran molekuler, ilmu kedokteran yang mengkaji tingkat molekul
  103. Ilmu kesehatan masyarakat, ilmu yang mempelajari pemeliharaan, perlindungan, dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat
  104. Ilmu pemuliaan, ilmu yang mempelajari kegiatan manusia dalam memelihara tumbuhan atau hewan untuk menjaga kemurnian galur atau ras sekaligus memperbaiki produksi atau kualitasnya melalui penerapan genetika
  105. Ilmu produksi ternak, ilmu yang mempelajari perawatan ternak dengan benar dalam rangka meningkatkan kualitas dari produk ternak tersebut
  106. Ilmu teknologi enzim, ilmu yang mempelajari tentang teknologi yang dapat digunakan untuk menghasilkan enzim
  107. Imunohematologi, ilmu yang mempelajari tentang golongan darah
  108. Imunologi, Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
  109. Imunoserologi, ilmu yang mempelajari identifikasi terhadap antibodi, investigasi masalah sistem kekebalan tubuh, dan mempelajari kecocokan organ untuk transplantasi
  110. Informatika kedokteran, ilmu yang berurusan dengan penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
  111. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
  112. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean
  113. Kladistika, ilmu yang mempelajari metode klasifikasi spesies organisme ke dalam kelompok yang terdiri dari organisme nenek moyang dan semua keturunannya
  114. Klimatologi, ilmu yang mempelajari gambaran dan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda , dan bagaimana kaitan antara iklim dan dengan aktivitas manusia
  115. Kriobiologi, studi tentang bahan dan sistem biologis dengan suhu dibawah normal
  116. Kriptozoologi, ilmu yang mempelajari pencarian hewan yang keberadaannya belum terbukti
  117. Kronobiologi, ilmu yang mempelajari fenomena dalam mahkluk hidup secara periodik dan adaptasi mereka terhadap ritme bulan dan matahari
  118. Likenologi, ilmu yang mempelajari lumut, simbiosis organisme terdiri dari asosiasi simbiosis akrab dari alga mikroskopis dengan jamur filamen.
  119. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa
  120. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang moluska
  121. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
  122. Mellisopalinologi, ilmu yang mempelajari serbuk sari yang terkandung dalam madu dan sumber serbuk sari tersebut
  123. Metabolomika, kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhan produk proses enzimatik yang terjadi di dalam sel
  124. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
  125. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organisme mikro
  126. Mikrobiologi kedokteran, studi mikroorganisme termasuk bakteri, virus, jamur dan parasit yang penting bagi medis dan mampu menyebabkan penyakit pada manusia.
  127. Miologi, ilmu yang mempelajari tentang otot
  128. Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap
  129.  Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organisme
  130. Nasofaringologi, ilmu yang mempelajari tentang nasofaring
  131.  Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematoda
  132. Nefrologi, cabang medis internal yang mempelajari fungsi dan penyakit ginjal
  133. Neufarmakologi, ilmu yang mempelajari narkoba yang mempengaruhi fungsi seluler di dalam system saraf
  134. Neuroethologi, ilmu yang mempelajari kebiasaan hewan beserta saraf yang berperan aktif dalam mengendalikan kebiasaan tersebut
  135. Neurologi, ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
  136. Neurosains, ilmu yang mempelajari sistem saraf atau sistem neuron
  137. Neurosains Evolusioner, ilmu yang mempelajari evolusi dan sejarah alami struktur dan fungsi sistem saraf
  138. Nosologi, ilmu yang mempelajari bagian pengelompokan penyakit untuk tujuan tertentu
  139. Nutrisi, ilmu yang mempelajari penyediaan bahan yang diperlukan (dalam bentuk makanan) untuk mendukung kehidupan sel dan organisme
  140. Obstetri, ilmu kedokteran yang berhubungan dengan persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya
  141. Oftalmologi, ilmu yang mempelajari tentang mata (penyakit mata)
  142. Olerikultura, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang sayur
  143. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
  144. Ontogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
  145. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung
  146. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang orga
  147. Ortodonti, ilmu kedokteran gigi yang berhubungan dengan faktor variasi genetik, pertumbuhkembangan dan bentuk wajah serta cara faktor tersebut mempengaruhi oklusi gigi dan fungsi organ di sekitarnya.
  148. Ortopedi, ilmu yang mempelajari cedera akut, kronis, dan trauma, serta gangguan lain pada system muskuloskeletal
  149. Oseanografi, ilmu yang mempelajari tentang laut, termasuk kehidupan laut, lingkungan, geografi, cuaca, dan aspek lain yang mempengaruhi laut
  150. Osteologi, ilmu yang mempelajari tentang tulang
  151. Otolaringologi, ilmu yang mempelajari meneliti diagnosis dan pengobatan penyakit telinga, hidung, tenggorokan, serta kepala dan leher.
  152. Otologi, ilmu yang mempelajari tentang telinga dan kelainannya serta operasi mikro telinga.
  153. Palaentologi, Ilmu yang mempelajari tentang fosil
  154. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
  155. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
  156. Palinologi, ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen
  157. Parasitologi, ilmu yang mempelajari tentang parasit
  158. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit
  159. Patologi anatomi, ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya
  160. Patologi Klinik, ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ
  161. Pediatri, ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak
  162. Penelitian Biomedis, adalah ilmu penelitian dasar, terapan, atau translasi yang dilakukan untuk membantu dan mendukung pengetahuan di bidang kedokteran
  163. Perinatologi, ilmu yang mempelajari kesehatan janin dalam kandungan dan kesehatan bayi yang baru lahir
  164. Periodonti, ilmu mempelajari aspek klinis dari jaringan yang mendukung gigi
  165. Planktologi, ilmu yang mempelajari tentang plankton
  166. Pomologi, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang buah
  167. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primate
  168. Proktologi, ilmu yang mempelajari gangguan pada rektum, anus, dan usus besar
  169. Proteomika, kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel.
  170. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa
  171. Psikiatri, ilmu kedokteran jiwa
  172. Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan paku
  173. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
  174. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
  175. Reumatologi, ilmu yang ditujukan untuk diagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang
  176. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis
  177. Rematologi, ilmu yang mempelajari diagnosis dan terapi penyakit rematik
  178. Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia
  179. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel
  180. Sanitasi, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
  181. Simbiologi, ilmu yang mempelajari hubungan simbiosis antar mahkluk hidup
  182. Sindesmologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi
  183. Sosiobiologi, bidang studi ilmiah yang didasarkan pada asumsi bahwa perilaku sosial telah dihasilkan dari evolusi dan upaya untuk menjelaskan dan memeriksa perilaku sosial dalam konteks tersebut
  184. Stomatologi, ilmu yang mempelajari mulut beserta penyakit-penyakitnya
  185. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
  186. Teknik Biokimia, cabang ilmu dari teknik kimia yang berhubungan dengan perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi
  187. Teknik Biomedis, ilmu yang mempelajari prinsip teknis untuk praktik kedokteran
  188. Teratologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan formasi dari sel, jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia.
  189. Toksikogenomik, ilmu pengumpulan, interpretasi, dan penyimpanan informasi tentang gen dan aktivitas protein dalam jaringan tertentu dari suatu organisme dalam menanggapi zat beracun.
  190. Toksikologi, pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup.
  191. Transkriptomika, bagian dari biologi molekular yang mengkaji tentang produk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)
  192. Traumatologi, ilmu yang mempelajari luka, terapi bedah, maupun perbaikan kerusakannya
  193. Urologi, cabang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wanita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria
  194. Veneorologi, ilmu yang mempelajari penyakit menular seksual
  195. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus
  196. Viscerologi, ilmu yang mempelajari organ dalam
  197. Xenobiologi, ilmu pengetahuan spekulatif tentang adanya makhluk hidup selain di bumi
  198. Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan
  199. Zoologi Perbandingan, ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan antar hewan
  200. Zoosemiotik, ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar hewan 

4 komentar: